Kabar Terbaru :

Kebijakan Perikanan Kelautan

Ada
Home » » Performa 53 negara maritim dalam pengelolaan sumberdaya Kelautan

Performa 53 negara maritim dalam pengelolaan sumberdaya Kelautan

Monday, January 9, 2012 | 0 comments

Negara manakah yang terbaik ? 

Pada 2009, enam orang peneliti berkebangsaan Kanada, Kenya, Jerman, dan Kongo melakukan kerjasama penelitian terhadap performa 53 negara maritim dalam pengelolaan sumberdaya kelautan dalam yuridiksi masing-masing negara. Lima puluh tiga negara ini berkontribusi tehadap 95 % ikan yang didaratkan di pelabuhan perikanan sejak 1950, dan dipilih atas dasar tingkat kepatuhan tehadap Code of Conduct FAO.

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh peningkatan kesadaran publik terhadap efek eksploitasi sumberdaya keluatan terhadap lingkungan. Selain itu, tingkat keragaman karakteristik 53 negara ini sangat tinggi berdasarkan variasi panjang Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE), Gross Domestic Product (GDP), tingkat pertumbuhan ekonomi, tipe pengelolaan sumberdaya kelautan, dan karakteristik ekologi, yang dinilai cukup untuk mewakili keseluruhan negara maritim di dunia.

New Zealand pada Posisi Teratas!
New Zealand menjadi negara yang memilik skor tertinggi yaitu 5,5 dengan skor maksimum adalah 10. Hanya empat negara yang memiliki nilai skor lebih dari lima yaitu New Zealand, Peru, Jerman dan Belanda.

Tingginya nilai skor disebabkan karena negara-negara tersebut telah mengimplementasikan setidaknya kebijakan Marine Protected Area (MPA), penganggaran khusus untuk pengelolaan sumberdaya kelautan, pengurangan atau penghapusan subsidi perikanan, penurunan penggunaan alat tangkap trawl, dan pengurangan bahan bakar yang digunakan armada perikanan dalam penangkapan ikan.

Sebaliknya, negara dengan skor terendah adalah Brazil, Korea Utara, India, Faeroes dan Bangladesh dengan kisaran nilai antara 2,3 – 2,8. Negara-negara yang memiliki skor rendah diindikasikan melakukan kebijakan subsidi perikanan, praktek aquaculture yang tidak sustainable, dan peningkatan penggunaan trawl.

Selain itu, negara-negara ini juga rentan terhadap efek eksploitasi dari negara lain yang melakukan subsidi perikanan, overcapitalization dan overfishing. Sedangkan Indonesia sendiri memiliki peringkat cukup rendah yaitu peringkat 42 dari total 53 negara dengan skor 3,5.

Empat belas indikator dipergunakan dalam kurun waktu 2000-2004 yang dibagi menjadi tiga kategori yaitu biodiversity, value dan job. Secara rinci, indikator yang dipergunakan adalah sebagai berikut:

a). Indikator biodiversity:
1. Marine protected area coverage (MPAarea),
2. Investment to marine protected areas (MPAinv),
3. Change in EEZ area trawled (EEZtrawl),
4. Ecological components of mariculture sustainability index (MSIecol),
5. Sea bird protection index (BIRDprot),
6. Marine mammal protection index (MAMprot);

b) Indikator value:
7. Landed value relative to GDP (LVGDP),
8. Fishmeal consumption by mariculture (MEALmar),
9. Compliance with the FAO code of conduct (CODEFAO), 10. Context-adjusted fisheries statistics indicator (STATrep); 11. ‘Good’ to ‘Good + Bad’ subsidies ratio (SUBgood);

c) Indikator job:
12. Catch relative to fuel consumption (CATCHfuel),
13. Subsides relative to landed value (SUBLV),
14.Socio economic components of mariculture sustainability index (MSIsoc).

Penelitian ini dapat dijadikan dasar pengukuran performa pengelolaan sumberdaya kelautan sebuah negara dibandingkan negara lainnya. Tidak ada rekomendasi tunggal yang diajukan oleh penelitian ini, mengacu pada tingkat keragaman yang tinggi antara satu negara dengan yang lainnya.

Namun secara umum, seluruh negara diharapkan untuk lebih fokus pada penghapusan subsidi perikanan yang berujung pada tekanan berlebih terhadap sumberdaya kelautan, dan perbaikan system pelaporan statistik perikanan
< CC >.

-- Sumber: Alder, J., Cullis-Suzuki, S., Karpouzi, V., Kaschner, K., Mondoux, S., Swartz, W., . . . Pauly, D. (2010). Aggregate performance in managing marine ecosystems of 53 maritime countries. Marine Policy, 34(3), 468-476
Share this article :

No comments:

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. ebiru - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger