Bincang santai bareng Tessy Srimulat
Siapa tak kenal Srimulat? Sebuah grup hiburan yang berisi seniman-seniman piawai, yang didirikan pada 1950 di Solo, Jawa Tengah. Aksi mereka dalam mengobati duka dan lara sudah terbukti hingga saat ini. Bahkan eksistensi personelnya mengisi panggung hiburan layar kaca masih dibutuhkan para kreator program hiburan Indonesia.
Humor segar dan gurauan bermakna selalu terlontar dari aksi Tarsan, Nunung, Tukul, Doyok, Tessy, Basuki (alm), Topan (alm), Bendot (alm), dan lainnya. Kini BiRU akan fokus pada Tessy.
![]() |
| Foto : kapanlagi.com |
Dalam sebuah kesempatan, sewindu lalu, BiRU sempat duduk sebangku dengannya, bersama rekan-rekan wartawan lainnya mendengarkan kisah patriotik dan sedih dari pemilik nama asli Kabul Basuki itu. Berikut petikannya;
BiRU :
Mohon maaf saya tidak memanggil Anda "Mbak Tessy" tapi saya akan memanggil Anda "Mas Kabul". Keberatankah?
Tessy:
Nanti ngga ada yang kenal lho, kalo situ nulisnya "Mas Kabul"?
BiRU :
Maksud saya, dalam obrolan ini saja. Kalau untuk tulisan berita, saya tentu akan menjaga popularitas Tessy. Oke, saya bisa mulai percakapan?
Tessy :
Monggo 'Mas' sampeyan kaku amat sih?
BiRU :
Begini, benarkah bahwa Tessy alias Kabul Basuki adalah mantan pasukan elit Angkatan Laut Indonesia?
Tessy :
Saya mau cerita aja ah, dari pada ikut-ikutan kaku kayak sampeyan
BiRU :
Oalah, hahaha.. Oke santai aja deh kalau begitu, ada cerita apa ya?
Tessy :
Dulu menjelang 1960 aku merantau Mas, tanpa memberi kabar ibuku. Lha trus, tahun 1960 gabung sama militer. Tahun 1961 aku resmi jadi anggota KKO Angkatan Laut, kalau sekarang namanya marinir. Aku pernah ikut operasi pembebasan Irian Barat juga waktu masih di KKO. Lha terus kok saya ngga tetap jadi tentara? Pasti sampeyan mau nanya gitu tho?
BiRU :
Mau tanya gitu, tapi saya masih fokus sama ceritanya, boleh lanjut?
Tessy :
Saya itu, baru isok pulang nang kampung setelah dapat cuti dari Angkatan Laut. Akhirnya saya pulang dengan seragam tentara, yang sengaja saya pakai untuk ngasih kejutan ke ibu saya. Tapi semua di luar perkiraan saya. Saat pintu rumah terbuka, dan ibu saya melihat saya berdiri tegap dengan seragam, dia malah lemas dan berlutut menangis di hadapan saya. Saya pikir ibu saya nangis terharu, tapi ternyata dia ngomong gini, "Oalah le.. Kowe kok dadi tentara toh yo. Wis cukup ibu kehilangan bapakmu gara-gara dia dadi tentara perang. Lha sekarang kamu mau ikut-ikutan bapakmu dadi tentara? Wis tho le, nek kowe sayang sama ibu mu, ojok dadi tentara".. Gitu lho mas..
(sejenak BiRU tertegun menatap Tessy, lalu dia memecah suasana)
Tessy :
Lho, heh? Wis aku mau pergi dulu ya, pokok e yang perlu kamu ketahui adalah aku cinta profesiku ini tapi aku juga cinta bahari.. (Dan dia pergi bersama manajernya).
Itulah sebabnya BiRU mengangkat informasi tentang Tessy, yang cinta bahari dan memiliki latar belakang yang unik diantara seniman hiburan lainnya. Sekedar diketahui, Tessy bergabung Srimulat Surabaya pada 1979.
(Disadur dari http://angiola.4t.com/cgi-bin/blog)

Oh gitu, dulunya tentara elit ya? Pernah membunuh dong?
ReplyDelete